Monday, August 10, 2020

Fiksi : Cinta Pertama (#1)



"Sebagian orang bersembunyi dalam cahaya, bukan kegelapan."

Aku yang selalu bersembunyi dalam cahaya, sedangkan kamu? Kamu selalu saja bersembunyi dalam kegelapan.

Iya, ini tentang aku dan kamu.

Entah mengapa Tuhan mempertemukan kita kembali. Setelah sekian lama tak saling bertegur sapa dan tak pernah tahu kabar, bahkan raut wajahmu saja aku sudah lupa. Saat pertemuan itu aku merasa terkejut dan merasa sangat bahagia.

Kamu masih sama seperti dahulu, masih sama seperti yang aku kenal. Hanya raut wajahmu saja yang berbeda, yang nampak tua dan lebih matang.

Kamu masih sama seperti dahulu, masih ingin dimengerti tapi tak mau mengerti.

Kamu masih sama seperti dahulu, saat merasa bersalah kamu selalu diam dan bungkam seribu bahasa.

Kamu masih sama seperti dahulu, saat merasa sedih atau cemburu kamu hanya bisa memendamnya dalam hati. Tapi kamu tak bisa membohongi diriku, karena aku selalu tahu tentangmu. Walau terkadang aku kurang peka terhadapmu tapi aku akan mengetahuinya.

Kamu selalu bilang "kamu adalah aku, aku adalah kamu". Kamu dan aku dilahirkan sama tapi tidak di rahim yang sama. Kamu dan aku dilahirkan dan diciptakan di rahim yang berbeda.

"Duhai raga, sejak sukmaku menyatu sejak nafas dan seluruh elemen hidup ditiupkan untukku, adakah yang belum ku ketahui? Dimana hilangnya 1 tulang rusukku? Apakah terserak? Atau memang diciptakan menjadi kau.. Kasih, jika memang engkau.. Kembalilah ke dadaku, meski nafasku tinggal satu" ~RS

Hey kamu, saat ini memang aku hanya menunggu isyarat darimu. Kamulah yang selalu mengusik hari-hariku. Dan akulah tulang rusukmu yang hilang itu, yang selalu ingin kamu dekap, peluk, dan dekat disisimu.

Kamu juga yang mengingat masa kecil kita dulu, aku yang sering bermain pasir di depan rumahmu. Sedangkan kamu, kamu hanya memperhatikanku yang asyik bermain pasir kala itu.

Ketika senja tiba, kamu menantiku di pekarangan rumahmu. Dan aku selalu datang setiap senjanya, sudah mandi, sudah bedakan, sudah cantik, lucu dan rapih. Ciri khasku yang selalu kamu ingat adalah setiap usai mandi embakku memakaikan bedak dimuka dengan cemong dan itu pertanda aku sudah mandi 😆. Setelah itu kamu dan aku menghabiskan senja dengan berlari-lari mengelilingi pekarangan rumahmu. Ketika berhenti berlari, kamu pun mendekapku, memelukku, dan mencium pipiku. Setelah kamu melepaskanku, aku pun berlari-lari lagi mengelilingi pekarangan rumahmu. Ternyata kebahagian masa kecil sesederhana itu.

Beranjak dewasa, kamulah cinta pertamaku.

Cinta pertama yang tak pernah usai.

Cinta pertama yang tak pernah selesai.

Cinta pertama yang tak bisa ku raih lagi.

Ingin ku mengulangnya kembali.

Ingin  ku memilikinya lagi.

Tetapi ku sadar, aku tak ada waktu untuk mencintaimu lagi.

"Sungguh kau tahu siapa diriku, sebagaimana akupun tahu tentang dirimu. Ketika aku menengadah memohon satu, kaupun ajukan satu permohonan. Hanya satu. Satu saja. Biarlah hanya kau dan aku yang tahu, permohonan itu kekallah abadi. Karena Tuhanku dan Tuhanmu satu." ~RS





 

No comments:

Post a Comment