Tuesday, September 1, 2020

Fiksi: Cinta Pertama (#2)


 

"Lupakah kita akan keabadian esok? Mengapa merisaukan hal-hal yang fana saja. Diamlah, aku tengah persiapkan jalan keabadian, tentu ku ajak serta dirimu. Bukankah jalan ini untukku dan untukmu? Diam.. Turutlah." ~RS

Masih berkisah tentang kita. Tentang kamu dan aku.

Cerita yang tidak pernah usai antara kamu dan aku. Kisah yang mungkin sebagian orang tak akan pernah paham dan mengerti.

Kamu yang selalu hanyut di dalam duniamu dan selalu membuat resah hari-hariku. Perlahan aku pun menjerit dengan sekuat tenaga, karena harus menerima kisah ini. Tapi tetap saja kan ku jalani kisah ini sampai usai walau aku tidak pernah tahu kapan kisah ini akan usai. Aku akan tetap tersenyum untukmu dan senyuman ini tak akan pergi kemana-mana.

Aku tak pernah mengerti mengapa Tuhan merangkai kisah ini begitu hebat untuk kita. Dan aku pun masih saja bertahan dalam kisah ini. 

Ketika kamu disisiku hilang semua perasaan bimbang, sedih, dan kesepian ini. Aku akan selalu tersenyum dan menganggap semua ini baik-baik saja.

Ketika rindu ini datang aku akan mengingat segalanya tentangmu dan membayangkan wajahmu yang selalu membuatku tersenyum itu.

Apakah kamu terusik ketika ku merindukanmu? 

Apakah kamu terusik ketika ku menghampirimu?

Terusikkah kamu?

Bagiku rindu tak harus rumit, membayangkanmu saja sudah cukup. Tak apa tak saling bertatap muka dan bertemu, saat ini yang bisa ku lakukan hanyalah mendoakanmu. Karena bagiku rindu sesederhana itu.

Dan aku mencintaimu sekali lagi tanpa syarat.

Jujur, aku bersyukur bisa bertemu dirimu dalam kehidupan ini.

"Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tetapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya."

Cinta Pertama (#1)


No comments:

Post a Comment