Friday, September 18, 2020

Fiksi: Cinta Pertama (#3)


 "Dear yang abis masak kentang balado dan tumis kacang panjang.. Lelahkah dirimu hari ini? Istirahatlah. Simpan kerinduanmu, saat nanti akan ku minta. Selamat malam kasih." ~RS

Kasih.. Jika ada satu nama yang ku rindu, pasti itu nama dirimu. Nama yang selalu ku sebut dalam doaku.

Kisah kita memang tak sehebat  seperti kisah tentang Romeo & Juliet, tapi ku akui kisah kita begitu indah dan manis untuk kita kenang nantinya. 

Perlahan aku hanya bisa terdiam dan menikmati semua rangkaian kisah-kisah kita yang indah ini.

Apakah kamu masih tetap merindukanku?

Apakah kamu masih mencintaiku sama seperti dahulu?

"Kau jiwa yang dirundung rindu. Tampunglah kerinduan itu, tetes demi tetes hingga menjadi telaga. Sementara jiwa yang disini sedang tenggelam dalam samudera kerinduanmu itu.." ~RS

Masihkah doa kita sama?

Masihkah kamu meminta doa yang sama?

"Hei kau matahari.. Usahlah terus berkeluh kesah, menanti penghujung malam tuk segera terbit. Aku yang akan menerbitkanmu, aku yang akan menarikmu keluar." ~RS

Kasih.. Tahukah kamu jika matahari itu mirip dengan cinta? Hangat dan bersahaja, tapi jika terlalu dekat pasti akan terbakar dan akhirnya menjadi abu.

Jika aku bersama kamu, mungkin aku akan mendapatkan cinta yang sempurna. Saat ini ku bahagia bersamamu walau harus seperti ini adanya.

Aku pun pernah berjanji padamu tidak akan pergi darimu. Jika kamu yang meninggalkanku, ku kan tetap disini dan tak akan kemana-mana. Ku pastikan takkan mencari yang lebih baik darimu.

Apakah dua jantung yang berdetak kencang ini bisa berdetak menjadi satu dan tidak lagi terpisahkan?

Apakah kamu mencintaiku melebihi cintaku padamu?

"Kau yang akan ku bawa nanti ke surga. Aku berjanji akan membawamu ke surga. Aku yang akan membuatmu lebih baik." ~RS

Pintalah terus pada-NYA dan jangan pernah berhenti untuk meminta pada-NYA. Percayalah kasih, jika meminta pada-NYA dengan tulus kita kelak akan menjadi pasangan yang berbahagia di surga. Jadikan kita pasangan sampai surga.

Cinta Pertama (#2)



No comments:

Post a Comment